MAC OS X

Kebingungan saat menginstall MAC OS X Leopard

Lupa kapan pertama aku meminjam dvd mac os. Yang jelas dulu aku tobat menginstall mac os x triger (triger apa tiger ya?). Aku sudah jauh-jauh untuk meminjam dvd itu eh, malah ga bisa di boot dari bios. Setelah lama aku vakum dari dunia coba-coba os, akhirnya aku tergelitik untuk mencoba leopard. Pada awal bulan Mei aku baru pengin coba menginstall leopard. Maklum, aku baru merombak ulang pc, yang kebetulan memenuhi syarat utama buat leopard.
Dengan bermodalkan memori ddr 512, aku menginstall leopard. Dari perjalanan awal boot aku sudah dibikin repot. Hampir belasan kali proses installasinya macet. Berhenti begitu saja. Ujung punya ujung, ternyata si apple ga bisa connect ke servernya. Padahal pc-ku itunganya pc offline, buat online aja nunggu kucuran pulsa. Dengan menonaktifkan lan dan modem onboard-nya, proses installasi aku ulang kembali dan berjalan mulus (cihui…).
Berhubung semuanya onboard, aku sedikit tercengang dengan tampilan GUI dari installasi leopard. VGA Intel dapat dibaca dengan baik. Masalah lain kembali muncul. Hardisku lupa aku back up. Dengan terpaksa aku segera mengganti dengan hardisk 20 GB milik kantor. Singkat cerita semua berjalan lancar. Nunggu kira-kira 1 jam, instalasi selesai sudah.
PC ku restart, tiba-tiba muncul pesan wrong OS. Fuh…sudah nunggu lama kok malah ga jadi. Saking putus asanya aku tidur. Dan di pagi harinya XP ku install.

Dua bulan kemudian…
Lagi-lagi aku pengin nyoba leopard. Setelah aku pinjem dvd-nya lagi, aku pasang tu aplle ke pc. Dan lagi-lagi pesan wrong os muncul. Tanpa pikir panjang aku utak-utik bios dan rubah boot pertama dari cdrom. Dengan terus menekan tombol F8 saat komputer dinyalakan, akhirnya aku bisa masuk ke apple…hahaha… ga tau dapet ide darimana untuk neken tombol F8. Dapet ilham dari mimpi kali.

Programnya Keren
Seluruh aplikasi bawaan dari leopard aku coba. Semuanya oke, kecuali pemutar dvd-nya. Kayaknya vga-nya ga kuat. Secara keseluruhan aku acungkan jempol buat leopard. Dario situ aku baru tau kalo rocketdock dari vista transformation pack for xp ternyata terinspirasi dari apple.
Yang mbikin aku kagum adalah screensavernya, keren abiis. Wallpapernya juga bagus-bagus (lebih bagus dari vista). Yang bikin aku bingung, saat memasang gambar buat wallpaper. Gambar yang akan aku pasang resolusinya lebih tinggi dari layarku (1024×768) yaitu resolusi untuk layar lebar (wide screen). Tanpa merubah presisi gambar bisa ditampilkan dalam wallpaper. (bingung ya dengan kalimatku? maklum lagi ga konsen)….

Begitu aku selesai nginstall, aku sempat bertahan selama 3 minggu. Dan setelah itu kembali ke xp. Karena aku bingung dimana nyari software-softawre buat apple selain ke internet. Buat ndesign aja aku kesulitan (photosop cs2 versi apple aja ga mau dibuka, apalagi cs3 versi apple?)

No Comments Yet

Belum ada komentar.

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar